Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan tiga titik aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026). Ketiga aksi tersebut digelar secara serentak dari pagi hingga sore hari di wilayah Jakarta Pusat dan berjalan secara aman serta kondusif. Aksi-aksi ini merupakan bagian dari gelombang penyampaian aspirasi publik yang meningkat sepanjang bulan Mei 2026. Rincian Tiga Lokasi Aksi Berdasarkan data resmi dari kepolisian, pergerakan massa mahasiswa tersebar di beberapa titik penting sebagai berikut : Asosiasi Mahasiswa Indonesia: Menggelar aksi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, mulai pukul 10.00 WIB. Aksi ini berfokus pada pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya penolakan isu intervensi susu formula komersial dan penjaminan kualitas gizi di tengah penyesuaian anggaran. Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia: Melakukan unjuk rasa di kawasan Gambir (Jalan Medan Merdeka Selatan) pada pukul 13.00 WIB. Gerakan ini membawa tuntutan transparansi anggaran negara serta penegakan hukum kasus korupsi daerah. PC PMII Jakarta Pusat: Menggelar aksi di depan Gedung PB PMII, Salemba, sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi ini berfokus pada isu kebangsaan, transisi kekuasaan, dan tingginya biaya pendidikan tinggi. Aksi-aksi ini menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi mahasiswa yang cukup aktif di Jakarta Pusat sepanjang bulan Mei 2026. Beberapa kelompok mahasiswa sering menyuarakan isu-isu terkait kebijakan pemerintah, termasuk program makan bergizi, pemberantasan korupsi, serta isu kebangsaan dan pendidikan. Latar Belakang dan Detail Tuntutan Aksi Pada aksi pertama di depan BGN, mahasiswa menyoroti penyesuaian anggaran Program MBG tahun 2026 yang dipangkas sebesar Rp67 triliun, dari pagu awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Meskipun Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan indeks bahan baku tetap Rp10.000 per porsi secara at cost , mahasiswa khawatir efisiensi ini menurunkan mutu pelayanan, terutama dengan ditiadakannya distribusi makanan pada hari libur sekolah bagi siswa umum. Selain itu, mereka menuntut kepastian higienitas menyusul temuan KPK terkait kelemahan tata kelola MBG , serta penutupan sementara 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah per 12 Mei 2026 untuk perbaikan kualitas. Sebagai respons resmi pada hari yang sama, BGN merilis Siaran Pers Nomor: SIPERS-260/BGN/05/2026 yang menegaskan tidak ada intervensi susu formula bayi secara massal dalam Program MBG guna melindungi program ASI eksklusif sesuai UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 28 Tahun 2024. Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya juga meminta masyarakat melaporkan penipuan bermodus jual-beli titik usulan dapur MBG. Sementara itu, aksi MAKI di kawasan Gambir memiliki kaitan historis dengan peringatan 28 tahun Reformasi 1998. Mahasiswa menuntut akuntabilitas keuangan negara demi mencegah penyimpangan APBN 2026. Selaras dengan gerakan ini, perwakilan MAKI juga telah melaporkan secara resmi dugaan korupsi pembangunan di wilayah Mahakam Ulu langsung ke Kejaksaan Agung. Di sisi lain, aksi PC PMII Jakarta Pusat di Salemba memperlihatkan polarisasi internal gerakan. Di saat pengurus cabang turun ke jalan mengkritik kebijakan transisi , Pengurus Besar PMII (PB PMII) justru merilis imbauan nasional agar masyarakat tidak terprovokasi aksi jalanan 22 Mei, melainkan mendorong rekonsiliasi dan pertemuan damai antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Skema Pengamanan Personel Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan 725 personel gabungan untuk mengamankan ketiga lokasi aksi tersebut. Personel berasal dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Polsek jajaran. “Kami siagakan personel untuk memastikan aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional di sekitar lokasi demonstrasi,” ujar Iptu Erlyn Sumantri. Polisi menerapkan pengamanan berlapis dengan pola persuasif dan simpatik. Personel ditempatkan di titik-titik strategis untuk mencegah provokasi serta menjaga agar demonstrasi tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum. Rekayasa lalu lintas situasional diterapkan di sekitar Jalan Kebon Sirih, kawasan Gambir (Medan Merdeka Selatan), dan Salemba. Dampak terhadap Lalu Lintas dan Imbauan Polisi Akibat ketiga aksi tersebut, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama Jakarta Pusat sempat mengalami kepadatan. Polisi mengimbau warga untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di sekitar Kebon Sirih, Gambir, dan Salemba selama waktu pelaksanaan aksi. “Masyarakat diharapkan memahami situasi ini dan menggunakan aplikasi pemantau lalu lintas atau mencari rute lain,” tambah Iptu Erlyn Suman